Selamat pagi para visitors.
Akhir-akhir ini gue ngerasa ada yang aneh dalam hidup gue. Ngga tau kenapa tiba-tiba semangat gue buat nulis hilang. Gue coba inget-inget hal yang biasa gue lakuin biar semangat nulis gue balik lagi. Dan sampai akhirnya gue inget kalo gue pernah nulis sambil berak. Hati kecil gue pun bertanya, apakah benar beraklah yang mempengaruhi semangat gue buat nulis?. Dan akhirnya sekarang gue coba lagi nulis sambil berak.
Anak sekolah jaman sekarang itu aneh ya. Mereka itu punya ide-ide aneh kalo lagi sekolah. Misalnya adalah bikin grup atau geng. Kalo anggotanya gendut-gendut bikin namanya The Dut. Kalo anggotanya idiot-idiot bikin namanya The diot. Dan kalo anggotanya butek-butek bikin namanya TheTek. Ups, maap sedikit jorok ya. Tapi menurut gue TheTek adalah nama yang indah.
Ngomongin soal grup semasa SMA gue jadi keinget tiga temen gue. Waktu itu namanya Igo, Haedar, Rizki. Ngga tau kalo sekarang. Mungkin udah pada ganti namanya. Belakangan gue denger info kalo igo berubah nama menjadi Giant.
Ketiga temen gue ini cukup fenomenal semasa SMA. Mereka bisa dibilang cukup berani, karena diakhir masa sekolahnya mereka bikin grup bernama 3 idiot. Gue si ngga terlalu peduli pada awalnya. Tapi semakin kesini kok semakin deket. Mereka itu selalu mendiskriminasi orang-orang yang ngga punya grup. Misalnya kalo Heru atau Silay nongkrong bareng mereka, pasti Heru dan silay jadi korban bulian mereka.
Setelah membentuk grup, mereka merasa kalo semua cowok di SMA itu layak untuk dibuli kecuali mereka.
Sampai akhirnya Heru punya sebuah ide cemerlang. Ia membentuk sebuah grup baru guna menyaingi 3 idiot. Dan sampai terbentuklah sebuah grup yang diberi nama 4 minus. Sesuai dengan namanya. Grup ini beranggotakan 4 orang. Yaitu Heru, Anwari, Yogi, dan gue (Jalal). Tapi gue sedikit ngga setuju dengan terbentuknya 4 minus. Tujuan terbentuknya adalah guna menyaingi 3 idiot. Tapi setelah gue pikir lagi. Ternyata menyaingi 3 idiot hanyalah ilusi. Bayangin aja, Igo keren ganteng dan sedikit bencong. Rizki rapih sopan dan agak Maho. Sedangkan Haedar putih bersih dan lumayan item. Sedangkan anggota 4 minus itu parah bray. Heru aja tinggi tubuhnya ngga nyampe 1,5 meter. Anwari bentuk tubuhnya kayak gajah kegigit tawon (genduttepoll). Yogi bentuknya kayak capung ngga makan satu abad (geringepoll). Sedangkan gue, bentuknya udah kayak veteran jamannya fir'aun (tua banget). Nah gimana nyainginnya?.
Yang parahnya lagi, 3 idiot itu kemana mana bawa mobil. Sedangkan 4 minus kemana-mana bonceng 4. Udah kayak cabe-cabean kehilangan pelanggan.
Pernah waktu itu dimalam yang dingin kami nongkrong dirumah Heru. Ketika itu kondisinya masih gerimis. Seperti biasanya, kami nongkrong membahas bagaimana caranya menyaingi 3 idiot. Kami menyiapkan trik-trik super guna menghancurkan 3 idiot. Ditengah diskusi yang amat dramatis, Anwari tiba-tiba mengeluarkan suara dari mulutnya
"Gue punya ide cemerlang" ucap Anwari
"Ide apaan?" Sahut Heru.
"Kita kan lagi berfikir buat ngancurin 3 idiot. Menurut gue, otak manusia itu akan bekerja lebih maksimal jika kondisi perut sedang baik"
"Terus?" Sahut yogi
"Mending sekarang kita cari cemilan dulu buat memperbaiki kondisi perut".
"Kampret!!!" Ucap kami bertiga serentak.
"Plis dong beli makanan dulu, laper banget nih". Anwari memohon
"Yaudah sini mana duitnya?". Ucap Heru.
"Ini cuman ada goceng, tambahin ya her"
"Ah, dasar kampret!" Umpat Heru
"Ayok lal, temenin gue beli makanan"
tiba-tiba heru ngajakin gue. Dengan berat hati gue ikut aja, karena cuma gue yang ngga ikut iuran.
Didalam perjalanan yang suasananya masih gerimis, gue dan Heru berdiskusi makanan apa yang akan dibeli dengan uang setipis ini. Dan hasil diskusi kami memutuskan bahwa gorenganlah yang paling pas.
Sampai akhirnya dipinggir jalan kami menemukan ada dua pedagang yaitu pedagang tempe goreng dan pedagang ayam goreng. Gue sebenernya engga rela kalo kami cuma beli tempe goreng. Tapi apalah daya, ketipisan uang memaksa kami.
Saat kami sedang membeli gorengan, tiba-tiba ada mobil honda jazz merah berhenti didepan pedagang ayam goreng. Dan keluarlah ketiga sosok manusia paling idiot dialam raya. Haedar, Rizki, dan Igo. Mereka melihat kami, dan kemudian Rizki dan igo menghampiri kami, sedangkan Haedar pergi membeli Ayam goreng.
"Kok baju lo agak basah Her?" Tanya igo
"Haha iya, soalnya tadi gue main ciprat-cipratan sama Jalal". Jawab Heru.
"Oh, kirain lo keujanan" ucap Rizki menimpali
"Ya karena keujanan jadi sekalian aja main ciprat-cipratan, asik soalnya" kali ini gue yang angkat bicara.
Ketika kami selesai melakukan transaksi dengan pedagang tempe goreng tiba-tiba Haedar datang menghampiri kami.
"Nah Her, kok lo beli tempe goreng si? Kenapa engga beli ayam goreng?" Tanya Haedar dengan nada menyindir
"Ya soalnya kami kan cinta produk indonesia" jawab Heru
"Oh, kirain ngga punya duit buat beli ayam"
"Haha, kalo duit mah ada, tapi kami kan sederhana" kali ini gue yang buka mulut.
"Oh, yaudah kalo gitu kami balik dulu ya" ucap Rizki sambil menggandeng tangan kedua temannya.
Dan akhirnya mereka pun pulang dengan menaiki mobil mereka.
Dan sejak hari itu gue udah kehilangan akal lagi buat nyaingin 3 idiot. Bayangin aja, kami kehujanan mereka engga!!. Kami belinya tempe, mereka belinya ayam!!. Siapa sebenanya yang harus disalahkan!!!
Dan menurut gue yang harus disalahkan adalah Anwari. Karena bentuk tubuhnya yang kayak gajah abis makan teng baja!!!
Sekian, semoga menghibur
No comments:
Post a Comment